Skip to main content
Be a Sugar
Bermula dari kehangatan saat berbincang di sore hari, seorang Anak perempuan meladeni Ayahnya dengan menyeduhkan kopi kesukaan Ayahnya. Kopi telah diracik kedalam cangkir oleh ibunya, ia tinggal menuangkan air panas yang telah mendidih. Dan mengaduknya secara merata.
Anak itu menyajikan kopi kepada Ayahnya yang sedang asik menonton tayangan politik favoritnya. Namun, saat Ayah meminum kopi itu. Betapa terkejutnya ia, bahkan sampai berkata "Ini kopi atau jamu? pahit. haha" Sontak semua tertawa.
Ternyata Ibu anak perempuan tadi lupa memberi gula pada seduhan kopi itu. Ayahpun meminta anaknya untuk mengambil gula didapur. Langsung saja Anaknya bergegas mengambilkan, menambahkan gula itu pada seduhan kopi Ayahnya yang tadi tidak karuan pahitnya.
Ibunya memperingatkan jangan terlalu banyak, nanti kopi itu jadi air gula bukan kopi. Ayahnya berkata, "Nah seharusnya manusia itu seperti gula, gula itu banyak manfaatnya walaupun gula tidak pernah disebut. Mana ada Teh disebut air gula. Teh ya Teh, padahal Teh gak akan manis kalo gak ada gula.
Seharusnya manusia bersikap seperti gula yang tetap bermanfaat dan berguna walau tidak kelihatan (disebut oleh orang lain)." Anak itu pun tersenyum, berpikir, dan berharap ia bisa menjadi seperti gula yang dibilang oleh ayahnya.
Comments
Post a Comment