365 Hari
Tiga ratus enam puluh lima hari sudah kau lewati
Bagaimana kabarmu di sana?
Sudahkah kau minum air dari sungai firdaus atau memetik buah yang manisnya tiada tara?
Untuk apa aku bertanya, kau pasti bahagia
Tak perlu lagi mendengar raungan dunia dan segala pikuknya
Tak perlu lagi menangis jika terluka
Tak perlu lagi kau sepi sendiri, karena telah diberiNya kau bidadari
Tiga ratus enam puluh lima hari yang lalu
Masih kuingat wajahmu, tersenyum ditengah isak tangis
Aneh memang, harusnya kami ikut tersenyum
Tapi kau tahu, sulit rasanya
Tak ada yang bisa gambarkan kehilanganmu
Meski perumpamaan permata yang hilang sekalipun
Kau lebih dari itu, tak tergantikan
Tiga ratus enam puluh lima hari berlalu
Seribu tahun berlalu
Sejuta tahun berlalu
Kau tetap sahabatku
Duduklah di pangkuNya
Mintalah Tuhan mengabulkan
Setiap lantunan doa yang tertutur untukmu
Berbahagialah.
12 Januari 2016, mengenang sahabat.
Comments
Post a Comment