Deru Sendu

oleh Diah Ayuningtyas

Satu persatu pohon rindang, hilang.  Ratusan hektar tanah akan dibangun kondominium berarsitektur minimalis. Yang jikalau letaknya di teluk Jakarta, mungkin akan bergaya mediterania.

Jalan tikus di samping rumahku tak lagi bisa kulewati, tanah merah menyelimuti jalan itu. Mesin besar bermuatan seorang koboi menggilasnya sampai kalis.

Rumahku tidak besar, bahkan mesin yang mengepulkan asap itu lebih besar wujudnya daripada hunianku. Kini rumahku bergetar, getir rasanya. Terukir garis tak beraturan
Di tembok-tembok penutup derita, makhluk di dalamnya.

Sesekali aku berpikir, 'bagaimana jika rumah ini runtuh? Akankah mereka berhenti barang sedetik dan tersentuh?' Semakin aku sering berpikir, aku bertanya, aku berpasrah.
Suara deru mesin, menjadi jawab semua. Rumahku bergetar, dijahili para makelar.

Bintaro, 2017.


Comments