Alat Berat Berkarat

Oleh Diah Ayuningtyas

Cahaya rembulan bulatku tak terkira indahnya
Ia berlomba dengan cahaya berjumlah lima
Cahaya dari alat berat berkarat asalnya

Senjata para kapitalis
Bangun apartemen minimalis
Pohon dan rumah sekitar yang hidup harmonis?
Ah tak peduli, babat habis!

Lama sudah malam kudengar gaduh
Dentuman alat berat menggilas tempat berteduh
Taman kecil tempatku bermain dibuat rata
Disulapnya menjadi penentu tingkat strata

Masih aku menikmati rembulanku bulat
Namun cahayanya tak lagi berkilat
Kalah terang dengan cahaya alat berat berkarat
Yang setiap aku menatapnya, sedih tersirat.

Bintaro, 2015


Comments

Popular posts from this blog

Summary of Short Story : The Cat by Banjo paterson

Untitled

Regat