CERPEN THE MAN WHO WAS ALMOST A MAN KARYA RICHARD WRIGHT: SEBUAH KAPITALISME
CERPEN THE MAN WHO WAS ALMOST A MAN KARYA RICHARD WRIGHT: SEBUAH
KAPITALISME
oleh: Diah Ayuningtyas*
*Mahasiswi Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
A.
PENDAHULUAN
Dalam
sebuah karya sastra tentu saja memiliki dan menyimpan sebuah ideologi atau
sebuah pemahaman yang membangun sebuah cerita menjadi suatu kisah yang dapat
dinikmati pembacanya. Membaca karya sastra, tidak lepas dari memahami apa makna
serta arti yang ada dibalik sebuah naratif yang dituliskan dengan sedemikian
rupa. Dalam penelitiannya, teori-teori yang terdapat dalam sastra nampaknya
seperti mata pisau yang digunakan untuk membedah ideologi serta makna yang
terkandung dalam suatu karya.
Salah satunya adalah teori Marxisme yang dibawakan dan
diperkenalkan oleh Karl Marx. Awal mulanya Marx tidak sendiri, ia bersama
Frederick Engels menciptakan tulisan-tulisan yang memiliki tema pokok tentang
pengaruh sosial ideologi dan pembagian kerja. Marx dan Engels beranggapan bahwa
pembagian kerja sangat memegang sebuah peranan penting dalam kehidupan sosial (Sunarti 1).
Kali ini saya akan menggunakan kritik marxis pada
cerita pendek The Man Who Was Almost a
Man karya Richard Wright. Dalam cerita ini, dikisahkan seorang anak
berkulit hitam berumur 17 tahun bernama
Dave Saunder yang bekerja di sebuah ladang milik Tuan Jim Hawkins dan mendapat
upah dari pekerjaannya tersebut. Di dekat rumah Dave terdapat sebuah toko yang
bisa dibilang sebagai toko serba ada. Pada suatu hari, Dave terdorong untuk
membeli sebuah senjata berupa senapan di toko Joe, namun tidak mendapat izin
dari orang tuanya. Meskipun dilarang, ia tetap merengek dan memaksa meminta
uang yang merupakan uang hasil kerjanya kepada Tuan Hawkins. Akhirnya, Dave
mendapat uang tersebut dari Ibunya dan segera ia membeli sebuah senapan seharga
dua dollar.
Sehari setelah ia membeli senapan tersebut, ia bangun
pagi-pagi buta untuk segera ke ladang Tuan Jim Hawkins. Saat itu, Tuan Hawkins
tampak senang dengan Dave yang datang lebih pagi dari biasanya, ia segera
menyuruh Dave untuk membajak ladangnya. Segera Dave mengikat Jenni, seekor
Keledai, ke alat bajaknya dan langsung membawanya ke tengah ladang yang jauh
dari pandangan Tuan Hawkins. ternyata, Dave membawa senapan yang telah ia beli
dan langsung menodongkan senapan tersebut kea rah Jenni. Tanpa sengaja, Dave
menarik pelatuknya dan Jenni kaget langsung lari tunggang langgang dan
terkapar, Dave tidak mengerti apa yang telah diperbuatnya. Dave menghampiri
Jenni yang berlumuran darah di bagian tubuhnya, namun segera ia menyembunyikan
senjata tersebut dengan menguburnya di antara pohon.
Sore harinya, Jenni dikubur oleh para pekerja Tuan
Hawkins yang lain. Banyak orang berkerumun sore itu, dan akhirnya Tuan Jim
Hawkins tahu bahwa Jenni mati karena ditembak oleh Dave. Oleh sebab itu, Dave
harus membayar Jenni, Dave berteriak kalau ia tidak menembak Jenni. Namun Tuan
Jim Hawkins menyuruh Dave untuk membayar ganti rugi sebesar 50 dollar dan Dave
harus membayar dua dollar setiap bulan.
Dari sinopsis cerita pendek The Man Who Was Almost a Man di atas dapat disimpulkan bahwa
terdapat adanya gambaran dari sebuah konsep kapitalisme, dimana dalam cerita
digambarkan adanya tenaga manusia yang menjadi sebuah komoditas. Oleh karena
itu, saya ingin menjadikan cerita pendek ini sebagai sumber analisis melalui
pendekatan marxis, saya akan menganalisa bagaimana kapitalisme digambarkan
dalam cerita pendek The Man Who Was
Almost a Man karya Richard Wright.
B.
PEMBAHASAN
Setelah
membaca cerita pendek The Man Who Was
Almost a Man karya Richard Wright, saya akan menganalisa bagaimana
penggambaran kapitalisme dalam cerita pendek ini. Dalam analisisnya, saya akan
menggunakan teori Marxisme.
Marxis bertumpuan kepada adanya Base dan Superstructure, Base
adalah ideologi yang menggerakkan Superstructure
yakni politik, sosial, ekonomi dan budaya. Dalam melihat karya sastra, Marxis
mencari ideologi yang tertanam dalam karya sastra, dalam Marxisme terdapat
beberapa jenis ideologi, salah satunya Kapitalisme. Kapitalisme menggerakkan
sistem ekonomi. Karya Karl Marx yang berisikan studi mengenai Kapitalisme
adalah Das Kapital. Dalam studinya, Karl Marx memperhatikan adanya hibungan
antar-manusia, adanya pertukaran komoditi yang terjalin melalui pasar dengan
uang sebagai tali pengikatnya dan hubungan menjadi tak terpisahkan menyatukan
seluruh kehidupan ekonomi (Lenin). Adanya modal
menjadikan adanya perkembangan tentang tenaga kerja manusia yang menjadi
komoditi. Pekerja dianggap sebagai sumber yang mendatang nilai lebih dan
dianggap sumber kemakmuran bagi si pemilik modal.
Dalam cerita pendek ini Kapitalisme
digambarkan dengan cara yang eksplisit dan tidak terlihat, namun saya
berpendapat bahwa dalam cerita ini, praktek kapitalisme dapat tertangkap jelas.
Dapat ditelisik dari warna kulit setiap tokohnya, dimana para pekerja Jim
Hawkins, Dave, dan keluarga Dave adalah seorang kulit hitam, dan Jim Hawkins
adalah seorang yang berkulit putih. Dalam kapitalisme dikenal adanya kaum
borjuis dan kaum porletar, meski bukan dilihat dari warna kulit, tetapi kaum
borjuis kebanyakan berasal dari bangsa kulit putih dan kaum buruh (porletat)
adalah bangsa kulit hitam. Seperti yang terdapat dalam teks cerita:
Whut’s the use of talking wid em niggers in the field? Anyhow, his mother was putting supper on the table. Them niggers can’t understan nothing. (1)
kutipan cerita di atas adalah bagian dimana Dave melihat para
pekerja Jim Hawkins dan berpikir bahwa orang kulit hitam tidak mengerti apapun,
kata ‘niggers’ adalah sebutan bagi orang kulit hitam. Selanjutnya dalam cerita:
“Nigger, is yuh gone plumb crazy?”
“Aw, Ma —“ (3)
Percakapan di atas adalah percakapan antara Dave dan Ibunya, jelas
dikatakan bahwa Dave adalah orang kulit hitam.
Namun, darimana saya mengetahui Tuan Jim
Hawkins berkulit putih? Saya menemukan bagaimana Dave memanggil Tuan Hawkins
dengan sebutan ‘Mistah Hawkins’, dimana ‘Mistah’ berarti Mister (Mr.) dalam
Bahasa Inggris dan umumnya dipakai kepada orang Inggris atau Amerika.
“Ah didn’t know Ah wuz gittin up so early, Mistah Hawkins. Ah was fixin t hitch up ol Jenny n take her t the fiels.” (4)
Selain itu, ideologi Kapitalisme juga
terlihat dari Dave bekerja kepada Tuan Hawkins, dalam cerita disampaikan:
Mebbe Ma will lemme buy one when she gits mah pay from ol man Hawkins. Ahma beg her t gimme some money. Ahm ol enough to hava gun. Ahm seventeen. Almost a man. He strode, feeling his long loose-jointed limbs. Shucks, a man oughta hava little gun aftah he done worked hard all day. (1)
Dari kutipan cerita di atas, tampak bahwa
Dave telah bekerja keras kepada Tuan Hawkins sampai ia akan membeli sebuah
senapan dengan uang upahnya tersebut. Disini, terlihat adanya hubungan
antar-manusia, yakni antara Tuan Hawkins dan Dave yang tidak dapat terpisahkan
dalam sistem ekonomi karena Tuan Hawkins adalah pemegang modal dan Dave adalah
pekerja yang diberi upah (komoditi).
Disamping itu, pada saat Dave datang ke
ladang pagi-pagi buta, seperti yang tertulis dalam cerita:
Hey!
That you, Dave?” He turned. Jim Hawkins stood eying him suspiciously. “What’re
yuh doing here so early?”
“Ah
didn’t know Ah wuz gittin up so early, Mistah Hawkins. Ah was fixin t hitch up
ol Jenny n take her t the fiels.”
“Good.
Since you’re so early, how about plowing that stretch down by the woods?”
“Suits
me, Mistah Hawkins.” (4)
Pada awalnya, Tuan Hawkins tampak curiga tentang kedatangan Dave
pagi-pagi buta ke ladangnya. Namun, setelah Dave menjawab, Tuan Hawkins Tampak
senang dengan kedatangan Dave dan memuji Dave. Namun, dibalik itu, dapat
ditelisik kembali, bahwa Dave adalah seorang yang bekerja kepada Tuan Hawkins
dan Tuan Hawkins adalah pemilik modal, maka jelas saja Tuan Hawkins memuji Dave
dan senang dengan kedatangan Dave ke ladang yang lebih awal dari biasanya. Menguntungkan,
bagi Tuan Hawkins, namun ia tidak perlu membayar upah lebih kepada Dave karena
kedatangan Dave yang lebih awal bukanlah permintaannya. Hal tersebut merupakan
salah satu bentuk Kapitalisme yang tampak dalam cerita ini.
Selanjutnya, saat penguburan Jenni yang
mati tertembak oleh Dave, juga tampak ada sebuah bentuk Kapitalisme. Dalam
cerita disampaikan sebagai berikut:
“Well, boy, looks like yuh done bought a dead mule! Hahaha!”
“Am tha ershame.”
“Hohohohoho.”
Dave stood, head down, twisting his feet in the dirt.
“Well, you needn’t worry about it, Bob,” said Jim Hawkins to Dave’s father.
“Just let the boy keep on working and pay me two dollars a month.”
“Whut yuh wan fer yo mule, Mistah Hawkins?” Jim Hawkins screwed up his eyes. “Fifty dollars.” (6)
Dari kutipan cerita di atas, tampak Kapitalisme yang
dilakukan oleh Tuan Hawkins dengan menyuruh Dave membayar ganti rugi kepada
Tuan Ahwkins atas kematian Keledainya. Namun, ganti ruginya tidak dalam bentuk
uang, melainkan dengan tenaga kerja Dave sendiri. Disini jelas sekali ada rasa
ingin diuntungkan bagi sang pemilik modal (Tuan Hawkins) karena dengan begitu,
ladangnya akan tetap dikerjakan dan dia tetap mendapat ganti rugi dari kematian
keledainya. Limapuluh dollar bukan uang yang sedikit bagi seorang anak remaja
berumur tujuh belas tahun dan berarti Dave harus bekerja dalam waktu yang lama.
Demikian analisis mengenai
penggambaran Kapitalisme dalam cerita pendek The Man Who Was Almost a Man. Yang hasilnya akan saya ringkas dalam kesimpulan.
C.
KESIMPULAN
Karya
sastra menyimpan ideologi yang terkandung dalam setiap cerita naratif yang
ditulis pengarangnya. Ideologi yang terkandung dapat berupa Sosialisme,
Kapitalisme, Kelas Sosial, Budaya. Baik ideologi tersebut berkaitan dengan
sosial, politik, agama, budaya dan ekonomi. Teori sastra digunakan untuk
membedah suatu karya sastra dan menemukan ideologi yang tersembunyi itu agar
dapat dijadikan sebuah pengetahuan yang baru. Teori Marxisme salah satunya,
banyak digunakan peneliti dalam membedah suatu karya yang berkaitan dengan
isu-isu ekonomi, sosial, politik serta budaya.
Ideologi kapitalisme adalah yang sering muncul dalam
karya sastra, pengarang menggunakan karya sastra untuk mengkritik
praktek-praktek kapitalisme, semua hal yang berkaitan dengan sistem ekonomi.
Mulai dari bagaimana posisi pekerja digambarkan dalam cerita, bagaimana sang
pemilik modal memperlakukan pekerjanya, dan bagaimana uang menjadi kendali
penuh sang pemilik modal.
Seperti dalam cerita pendek The Man Who Was Almost a Man karya Richard Wright. Kapitalisme
digambarkan sebagai sebuah ideologi yang digunakan untuk mengatur sistem
ekonomi, dimana sang pemilik modal menggunakan modalnya sebagai kekuatan untuk
mengatur dan memperlakukan pekerjanya. Pekerja yang mendapat upah dianggap
sebagai sumber yang dianggap dapat meningkatkan keuntungan si pemilik modal.
DAFTAR PUSTAKA
Lenin, V.I. "Tiga Sumber dan Tiga Komponen
Marxisme." Collected Works (1913): 23-28. Website. November 02
2016.
<https://www.marxist.org/indonesia/archive/lenin/1913/tigasumb.htm>.
Sunarti, Sastri. "Kritik Marxist dalam Sastra." Horison
Online (2012): 6. PDF.
Wright, Richard. The Man Who Was Almost a Man.
1908-1960. PDF.
Comments
Post a Comment