Sendiri

Oleh Diah Ayuningtyas

Diam membisu
Tempat dan ruang bising
Riuh dan tidak beraturan
Air mengalir dari muaranya
Hingga jatuh
Jatuh sedalamnya
Dalam isak
Dalam seseguk nafas

Aku masih diam
Sesekali kuusap teman
Wajahnya, punggungnya
Tangan serta kakinya
Ia tertegun
Sesekali
Air itu jatuh lagi
Meneteskan luka
Meneteskan penyesalan
Meneteskan pupusnya
Harapan

Di ruang sana terbujur
Raga utuh
Jiwa hilang
Seorang tercinta
Seorang tersayang
Di pembaringannya
Ada sebuah buku
Berisikan ayat
Berulang terlafalkan

Akankah ia terangkat
Ke Sana dengan bahagia
Di sini ramai
Sangat ramai
Tapi akhirnya
Ia diadili
Sendiri

9-9-2017, sebuah puisi untuk sahabat yang ditinggal pergi.


Comments

Popular posts from this blog

Summary of Short Story : The Cat by Banjo paterson

Untitled

Regat