Nirwana

oleh Diah Ayuningtyas

Doa sepi di tengah ramai
Tangan menengadah rendah
Mata tak lagi berderai
Merah tak mampu ditahan

Ia diam namun berbicara
Ia bicara lewat tiap doa
Lelah ia berjalan
sampai ke puncaknya
Menemu dalih-dalih
Tak ada tuannya

Bisu merayapi semburat
Wajah keriput pasi pucat
Kala hilang diselami penat
Kemana ia berkata
Tak ada suara
Tak miliki makna

Anak kehilangan rasa
Akankah tetap ada nirwana?



Desember 26, 2017


Comments

Popular posts from this blog

Summary of Short Story : The Cat by Banjo paterson

Untitled

Regat